Sepenggal Cerita Masyarakat Sosial

Minggu, 23 Juli 2017

Karma Penjual Gorengan yang Curang dan Serakah

Ilustrasi
Dinginnya angin malam menusuk tulang ismet, tak tahan dengan keadaan tersebut dia bergegas pergi ke sebuah warung yang jaraknya tak terlalu jauh dari rumah. Sesampainya disana dia langsung memarkirkan motor dan menuju ke pedagang warung. "Mas kopi item satu!", ucapnya, penjual bergegas ke belakang untuk membuatkan pesanan Ismet. Sembari menunggu minuman kesukaanya datang, dia memandangi sekeliling yang ramai penuh dengan orang yang menikmati gorengan.

Perlahan-lahan lidahnya mulai gatal dan tangannya meronta memaksa untuk mengambil sebuah gorengan yang ada di atas meja. Dalam hatinya bertanya-tanya, "Gorengannya enak nggak ya?", namun rasa penasaran segera berubah ketika giginya mengigit gorengan dan lidahnya bersentuhan dengan gorengan. Seketika dia dibuat terkejut, ternyata gorengan yang dimakannya memiliki rasa yang diluar dugaan. Mungkin kata yang tepat untuk mengungkapkannya adalah, Enak, Gurih dan Renyah.

Pantas saja warung itu selalu ramai orang, kebanyakan dari mereka yang datang untuk membeli gorengan, baik dibungkus atau sekedar dinikmati bersama kopi hangat. Tak lama kemudian kopi pesanan Ismet datang diantarkan penjualnya. Hangatnya kopi langsung disruput sembari melahap gorengan yang tersedia di atas meja. Hingga dia tak sadar, ternyata sudah 10 gorengan dia makan. Alamak! dia lapar atau doyan, memang semenjak siang dia belum makan, jadi ruang diperutya masih cukup luas untuk sekadar menampung 10 gorengan.

Kopi pun juga sudah habis, menyisakan bubuk yang mengendap dibagian bawah gelas. Dia bergegas membayar apa yang sudah dia makan dan minus dan pulang kerumah. Setidaknya rasa dinginyang ia derita sedikit terobati dengan hangatnya kopi dan gorengan yang ia makan. Keesokan harinya dia kembali ke warung tersebut, begitupun hari-hari berikutnya. Rupanya gorengan yang dijual pedangan tadi membuatnya bertanya-tanya, apa sebenrarnya resepnya.

"Gorenganmu kamu kasih apa kok enak?", tanya ismet, "Rahasia Perusahaan", jawab pedagang dengan sedikit candaan. Namun rasa penasaran Ismet belum terobati, dia mencoba untuk pergi ke dapur warung tersebut, namun pedangnya menghalangi Ismet. "Jangan ke belakang, ini rahasia warung", sang penjual memperingatkan. Akhirnya Ismet pulang dengan rasa penasaran, dan rasa penasaran tersebut semakin menjadi karena pedangan melarangnya untuk melihat isi dapur warung tadi.

Keesokan harinya rasa penasaran ismet memuncak, dia diam-diam pergi ke warung tersebut dan mengintip dapurnya dari belakang. Kebetulan ada celah dari pintu yang berlubang dimakan rayap, dari situ terlihat semua isi dapur dari warung tersebut. Mulanya tak ada yang aneh, namun ketika pedagang membuat adonan tiba-tiba dicampuri bahan kimia. Ismet seketika terkejut, namun dia mencoba untuk tetap memperhatikan apa yang dilakukan pedagang.

Lalu ketika akan menggoreng gorengan, ternyata minyaknya dicampuri dengan plastik bening untuk membuat grengannya terasa renyah. Rasa emosi Ismet pun memuncak, dia langsung bergegas pergi dan masuk melalui pintu depan dan menuju dapur. Meskipun dia dihalangi dia  tetap memaksa masuk dan akhirnya terbongkar sudah apa yang kini menjad rahasia penjual tersebut.

Seketika pembeli yang lain penasaran dan juga ikut ke belakang, dan terkejut karena selama ini mereka sudah ditipu oleh penjual tersebut. Rasa marah orang-orang pun tak terbendung, mereka kagsung memukuli pedangan tersebut dan menutup warung itu. Demi mendapatkan untuk yang banyak pedagan tersebut melakukan cara yang curang.

Semenjak saat itu warung ditutup dan pedagang yang berjualan pulang ke kampung halamannya dengan rasa malu dan tak pernah kembali lagi.